Contoh Soal Full Costing Dan Variable Costing
Jelaskan singkat perbedaan full costing, variable costing dan direct costing
1. Jelaskan singkat perbedaan full costing, variable costing dan direct costing
Jawaban:
- Metode full costing merupakan metode perhitungan harga pokok produksi yang menghitung semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang bersifat tetap maupun variabel
-variable costing adalah metode penetuan harga pokok produk yang hanya membebankan biaya variable ke produk
- Metode Direct Costing adalah Metode penentuan kos produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berprilaku variabel ke dalam kos produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel.
Penjelasan:
maaf kalo salah
2. Dalam menentukan harga pokok produksi ada 2 pendekatan, yaitu… A. Full Closing dan Variable Costing B. Biaya Overhead Pabrik dan Biaya Tenaga Kerja C. Full Costing dan Variable Closing D. Biaya variabel dan Biaya Tenaga Kerja E. Full Costing dan Variable Costing
B. Biaya Overhead Pabrik dan Biaya Tenaga Kerja
3. contoh perhitungan full costing dan variabel costing
full costing : biaya overhead pabrik tetap
Variabel costing : Biaya pokok pruduksi
Jika salah mohon maaf
4. Mengapa full costing dan variabel costing hanya da di perusahaan manufaktur
Jawaban:
Full costing dan variable costing pada dasarnya merupakan metode yang berkaitan dengan penentuan harga pokok produksi (HPP).
Dalam metode full costing, semua biaya produksi diperhitungkan ke dalam harga pokok produksi.
Hal tersebut menunjukkan bahwa metode full costing ini tidak membedakan antara biaya produksi variabel dan biaya produksi tetap, karena akan dimasukkan ke dalam harga pokok produksi.
Sehingga biaya produksi tetap tersebut masih melekat pada produk yang belum terjual, dengan begitu tidak membebankan untuk kelangsungan bisnis selanjutnya dan pada periode cost.
Sedangkan metode variabel costing ini merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memasukkan biaya-biaya yang bersifat variabel ke dalam harga pokok produksi.
Yang mana untuk biaya produksi tetap sendiri dianggap sebagai periode cost sehingga tidak ada biaya tetap yang belum dibebankan pada periode tersebut.
Penjelasan:
jelas yah kak
semoga bermanfaat
5. apa yang dimaksud dengan full costing??
full costing : metode penentuan harga pokok produksi.
full costing adalah metode penentuan harga pokok produk yang membebankan seluruh biaya produksi kepada produk.
6. perhitungan biaya diferensial menggunakan metode full costing dan variabel costing?
menggunakan metode garis lurus
7. apa itu metode full costing
ngitsoc lluf edotem.....
8. Apa yang di maksud metode variable costing
I. Pengertian Variable Costing
Penentuan harga pokok variabel (variable costing) adalah suatu konsep penentuan harga pokok yang hanya memasukkan biaya produksi variabel sebagai elemen harga pokok produk. Biaya produksi tetap dianggap sebagai biaya periode atau atau biaya waktu (period cost) yang langsung dibebankan kepada laba-rugi periode terjadinya dan tidak diperlakukan sebagai biaya produksi.
II. Tujuan Penentuan Harga Pokok Variabel (Variable Costing)
Penentuan harga pokok variabel ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manajemen dalam memperoleh informasi yang berorientasi pada pengambilan keputusan jangka pendek, yaitu:
1. Membantu manajemen untuk mengetahui batas kontribusi (contribution margin) yang sangat berguna untuk perencanaan laba melalui analisa hubungan biaya-volume-laba (cost-profit-volume) dan untuk pengambilan keputusan (decision making) yang berhubungan dengan kebijaksanaan manajemen jangka pendek.
2. Memudahkan manajemen dalam mengendalikan kondisi-kondisi operasional yang sedang berjalan serta menetapkan penilaian dan pertanggungjawaban kepada departemen atau divisi tertentu dalam perusahaan.
Jika dihubungkan dengan pihak-pihak yang memakai laporan biaya, maka variabel costing bertujuan sebagai berikut:
1. Untuk pihak internal, variabel costing digunakan untuk tujuan-tujuan:
a. Perencanaan laba
b. Penentuan harga jual produk
c. Pengambilan keputusan oleh manajemen
d. Pengendalian biaya
2. Untuk pihak eksternal
Meskipun tujuan utamanya untuk pihak internal, konsep variabel costing dapat pula digunakan oleh pihak eksternal untuk tujuan:
Penentuan harga pokok persediaanPenentuan laba
Tujuan eksternal tersebut hanya dapat dicapai apabila laporan yang disusun atas dasar variabel costing disesuaikan dengan teknik-teknik tertentu, menjadi laporan yang disusun atas dasar konsep harga pokok penuh (full costing), sebab konsep variabel costing tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
III. Perbedaan Konsep Variable Costing Dengan Full Costing
Perbedaan antara kedua konsep tersebut terletak pada tujuan utamanya, yaitu konsep variabel costing mempunyai tujuan utama untuk pelaporan internal sedangkan konsep full costing mempunyai tujuan utama untuk pelaporan eksternal. Adanya kedua perbedaan tersebut mengakibatkan perbedaan perlakuan terhadap biaya produksi tetap yang selanjutnya mempengaruhi:
1. Penentuan besarnya harga pokok produk dan besarnya harga pokok persediaan.
2. Penggolongan dan penyajian di dalam laporan laba-rugi.
Pembahasan tentang perbedaan metode variable costing dengan metode full costing dapat ditinjau dari segi;
1. Penentuan harga pokok produk
Pada metode full costing, semua elemen biaya produksi baik tetap maupun variabel dibebankan ke dalam harga pokok produk. Oleh karena itu elemen harga pokok produk meliputi:
BBB (raw material cost)BTKL (direct labor cost)BOP variabel (variable FOH)BOP tetap (fixed FOH
Sedangkan pada metode variabel costing hanya memasukkan atau membebankan biaya produksi variabel ke dalam harga pokok produk. Elemen harga pokok produk meliputi:
BBB (raw material cost)BTKL (direct labor cost)BOP variabel (variable FOH)
Elemen biaya
Full costing
Variable costing
BBB(raw material cost)
BTKL(direct labor cost)
BOP variabel (variable FOH)
BOP tetap (fixed FOH)
Jumlah Harga Pokok Produk
Rp.xxx
Rp.xxx
Rp.xxx
Rp.xxx
Rp. xxx
Rp.xxx
Rp.xxx
Rp.xxx
_
Rp.xxx
2. Penentuan harga pokok persediaan
Dengan adanya perbedaan pembebanan elemen biaya produksi (production cost) kepada produk antara metode full costing dengan metode variable costing, mengakibatkan pula perbedaan harga pokok persediaan. Pada metode full costing BOP tetap (fixed FOH) dibebankan ke dalam harga pokok produk. Oleh karena itu jika sebagian produk masih ada dalam persediaan atauc belum terjual maka sebagian BOP tetap (fixed FOH) masih melekat pada harga pokok persediaan. Metode variable costing tidak membebankan BOP tetap (fixed FOH) ke dalam harga pokok produk, akan tetapi BOP tetap (fixed FOH) langsung dibebankan ke dalam laba-rugi sebagai biaya periode. Oleh karena itu produk yang masih ada dalam persediaan atau belum terjual hanya dibebani biaya produksi variabel atau BOP tetap (fixed FOH) tidak melekat pada harga pokok persediaan.
maaf kalo salah
9. Perbedaan antara biaya overhead pabrik full costing dan variabel costing
Biaya overhead pabrik full costing adalah perhitungan biaya overhead pabrik yang terdiri atas overhead pabrik yang bersifat tetap dan bersifat variabel. Contohnya adalah Biaya gaji mandor (biaya tetap) dan biaya bahan penolong (variabel)
Sedangkan Biaya overhead variabel costing adalah perhitungan biaya overhead pabrik yang hanya terdiri atas biaya yang bersifat variabel saja.
10. Jika volume penjualan sama dengan volume produksi dan laba metode variable costing akan sama dengan laba full costing. Setujukan saudara atas pernyataan tersebut?
Saya setuju, itu sama dengan laba full costing
11. penyampaian laporan variabel costing dan full costing
Jawaban:
https://redcircle.com/shows/watch-flora-and-ulysses-2021-full-movie-online-free
https://redcircle.com/shows/watch-flora-and-ulysses-2021-online-full-hd-free
https://redcircle.com/shows/123movies-watch-flora-and-ulysses-full-movie-online
https://redcircle.com/shows/watch-minari-2020-full-movie-online-free
https://redcircle.com/shows/watch-minari-2020-online-full-movie-hd
https://redcircle.com/shows/123moviesonline-minari-2021-full-hd-movie-onlinehttps://redcircle.com/shows/watch-flora-and-ulysses-2021-full-movie-online-free
https://redcircle.com/shows/watch-flora-and-ulysses-2021-online-full-hd-free
https://redcircle.com/shows/123movies-watch-flora-and-ulysses-full-movie-online
https://redcircle.com/shows/watch-minari-2020-full-movie-online-free
https://redcircle.com/shows/watch-minari-2020-online-full-movie-hd
https://redcircle.com/shows/123moviesonline-minari-2021-full-hd-movie-online
Penjelasan:
12. jika volume penjualan lebih besar dari colume produksi, laba metode variable costing akan lebih tinggi dari laba full costing setujukah saudara dengan pernyaatn tersebut, jelaskan jawaban saudara
Setuju Karna terkecuali rugi dari
Colume tersebut lebih besar dari untung.
13. soal tentang sistem biaya standar full costing
Jawaban:
1. Apa yang dimaksud dengan sistem biaya standar full costing? Sistem biaya standar full costing adalah sistem biaya yang menggunakan harga pokok produksi sebagai dasar untuk menentukan harga jual produk.
2. Mengapa perusahaan perlu menggunakan sistem biaya standar full costing? Perusahaan perlu menggunakan sistem biaya standar full costing karena dengan menggunakan sistem ini perusahaan dapat menentukan harga jual produk dengan akurat.
14. sebutkan dan jslaskan manfaat full costing dan variabel costing?
1. Membantu dalam pengendalian biaya
2. Membantu pengambilan keputusan jangka pendek
3. Membantu perencanaan laba jangka pendek
Maaf jika salah/keliru :-)
15. apa yang dimaksud variable costing
Variable costing adalah penentuan harga pokok produksi yang hanya membebankan biaya-biaya produksi variabel saja kedalam harga pokok produk.
Posting Komentar untuk "Contoh Soal Full Costing Dan Variable Costing"