Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Format Portofolio Siswa


Format Portofolio Siswa

Apakah yang dimaksud dengan asesmen portofolio dan bagaimana tahap-tahap perencanaan kegiatan yang harus anda lakukan jika ingin memberikan asesmen portofolio kepada siswa ?

Daftar Isi

1. Apakah yang dimaksud dengan asesmen portofolio dan bagaimana tahap-tahap perencanaan kegiatan yang harus anda lakukan jika ingin memberikan asesmen portofolio kepada siswa ?


Portofolio assessment atau biasa disebut assesmen portofolio merupakan serangkaian hasil karya siswa yang disusun secara berurutan, yang menunjukkan proses, upaya, kemajuan dan hasil belajar yang dilakukan siswa dari waktu awal sampai waktu akhir.

Tahap-tahap perencanaan kegiatan yang harus dilakukan jika ingin memberikan asesmen portofolio kepada siswa yaitu guru harus mempersiapkan beberapa langkah-langkah yakni :

Langkah persiapan Langkah pelaksanaanLangkah penilaianPEMBAHASAN

Portofolio assessment atau biasa disebut assesmen portofolio merupakan serangkaian hasil karya siswa yang disusun secara berurutan, yang menunjukkan proses, upaya, kemajuan dan hasil belajar yang dilakukan siswa dari waktu awal sampai waktu akhir.

Tahap-tahap perencanaan kegiatan yang harus dilakukan jika ingin memberikan asesmen portofolio kepada siswa yaitu guru harus mempersiapkan beberapa langkah-langkah yakni :

1. Langkah persiapan

Mempersiapkan kira-kira apa tujuan pembelajaran yang akan dijadikan sebagai  dasar pembuatan portofolio siswa.Menginformasikan bahwa guru sedang mempersiapkan proses penilaian portofolio kepada siswa.Memberitahu kepada siswa indikator atau penilaian apa saja yang akan dijadikan sebuah portofolio.Menginformasikan kepada siswa bagimana caranya atau langkah-langkah menyusun hasil belajar dalam bentuk portofolio.

2. Langkah pelaksanaan

Guru memberikan motivasi atau  semangat kepada siswa untuk menyusun portofolio dengan benar dan baik. Siswa melakukan diskusi secara rutin/terjadwal/terencana dengan guru, dalam pembahasan proses belajar apa saja yang bisa dijadikan sebagai catatan karya dalam menyusun sebuah portofolio.Guru memberikan feed back atau balasan secara rutin atau terencana, kepada setiap proses belajar yang telah dilakukan oleh siswa.Guru Memberikan dorongan kepada siswa untuk selalu melakukan refleksi atau cerminan belajar di setiap akhir proses pembelajaran.Guru memperlihatkan hasil portofolio yang sudah disusun oleh siswa sebelumnya.

3. Langkah penilaian

Guru mempersiapkan kriteria atau ukuran dasar penilaian dan dilakukan bersama-sama dengan murid. Guru dan siswa menerapkan secara konsisten atau tidak berubah-ubah terhadap kriteria penilaian yang telah ditentukan sebelumnya.Guru menuliskan atau mengisi hasil penilaian ke dalam sebuah laporan penilaian sesuai dengan periode atau waktu portofolio yang telah dibuat oleh siswa.Guru menginformmasikan dan mengomunikasikan hasil penilaian portofolio kepada wali murid dan siswa. Dijadikan sebagai bahan refleksi/contoh/cerminan untuk proses pembelajaran pada waktu berikutnya.Guru memberikan apresiasi atau sebuah penghargaan terhadap setiap proses belajar yang telah dilakukan oleh siswa sebelumnya.

Pelajari lebih lanjut

Pelajari lebih lanjut mengenai asesmen portofolio : brainly.co.id/tugas/45905339

#BelajarBersamaBrainly  

#SPJ4


2. 7 contoh bentuk asesmen tidak tertulis sebagai portofolio siswa


Jawaban:

1. Asesmen Kompetensi Minimum 2. asesmen Survei Karakter 3. asesmen kinerja 4. asesmen proyek 5. asesmen portofolio 6. asesmen produk, 7. asesmen diri. Saya menggunakan asesemen tidak tertulis sebagai portofolio adalah dengan cara melakukan penilaian penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik, pekerjaan-pekerjaan yang sedang dilakukan, beberapa contoh tes yang telah selesai dilakukan, berbagai keterangan-keterangan yang diperoleh peserta didik, keselarasan antara pembelajaran dan tujuan spesifik yang telah dirumuskan, contoh-contoh hasil pekerjaannya sehari-hari, evaluasi diri terhadap perkembangan pembelajaran dan hasil observasi guru. Sebutkan 3 contoh umpan balik yang terdiferensiasi berpusat pada siswa (untuk tujuan pembelajaran yang sama namun diberikan kepada 3 orang siswa yang berbeda)! Bapak/Ibu dapat merujuk pada awalan yang biasa dipakai pada Ladder of Feedback 1. Jika siswa tidak menyerahkan tugas tepat waktu.  2. Jika siswa tidak ingin terlibat. 3. Jika siswa tidak memiliki inisiatif. Tujuan dari umpan balik ini adalah untuk memberikan perubahan pengembangan positif untuk peserta didik. Saya merujuk pada konteks komponen sehingga menjadi suatu alat untuk meningkatkan kinerja setiap sisw

Penjelasan:


3. contoh portofolio siswa sma untuk masuk universitas


Jawaban:

berisi data diri siswa

Nama

Tempat Tanggal lahir

Ijazah

nilai kelulusan

riwayat kesehatan

data orang tua/wali


4. Portofolio sebagai salah satu asesmen alternatif berkembang setelah asesmen tradisional (paper and pencil test) tidak mampu mengukur beberapa kompetensi siswa. Asesmen yang muncul di awal 1980 ini dipelopori oleh beberapa tokoh-tokoh besar diantaranya Bruner, Rogers, Garder dan beberapa psikolog lainnya. Uraikan bagaimana kita membedakan portofolio sebagai hasil karya dan sebagai model asesmen. Susunlah rubric dari asesmen portofolio yang Anda berikan kepada siswa, pilih salah satu subtema dari kelas yang Anda Ajar.


Jawaban:

Miles & Huberman (1984) mengemukakan bahwa telah terjadi lompatan paradigma (the shifting of paradigm) dari yang berorientasi kuantitatif ke arah yang lebih kualitatif terjadi dalam bidang pendidikan. Pergeseran paradigma dalam bidang kependidikan mulai terjadi tahun 1970-an, yakni pergeseran dari paradigma positivistis ke arah paradigma pasca-positivistis. Pergeseran paradigma tersebut membawa dampak perubahan dalam semua komponen pendidikan termasuk pula pendidikan Sejarah. Pada pendidikan Sejarah terlihat pergeseran orientasi dari penekanan pada penguasaan materi (esensialisme), menekankan kepada pembinaan kemampuan berpikir rasionalisme akademik (perenialisme) serta penekanan bidang penilaian hanya melalui tes hasil belajar sedangkan alat ukur lainnya seperti : pedoman wawancara, pedoman observasi, pedoman diskusi, angket (kuesioner), skala sikap, daftar isian (check list), tugas individu/mandiri dan tugas kelompok, dll hanya sebagai pelengkap dari tes kepada membangun orientasi baru pada masalah (problem oriented) dan memandang keterampilan (skills) lebih penting daripada pengetahuan (knowledge). Demikian pula dalam bidang penilaian mulai dikenal istilah penilaian autentik (authentic assessment) atau asesmen alternatif (alternative assessment) yang dianggap sebagai upaya untuk mengintegrasikan kegiatan pengukuran hasil belajar dengan keseluruhan proses pembelajaran, bahkan asesmen itu sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan proses pembelajaran .

Paparan di atas, menunjukkan bahwa alat ukur yang dapat diterapkan di persekolahan hendaknya terdiri dari berbagai macam alat ukur, bukan hanya menggunakan tes hasil belajar, baik tes formatif maupun tes sumatif saja tetapi juga asesmen, baik itu asesmen kinerja, asesmen rubric ataupun asesmen portofolio merupakan alat evaluasi yang penting juga diterapkan di persekolahan, sehingga siswa dibimbing dan dituntun bukan hanya belajar untuk nilai, menjadi juara dan mengejar nilai tetapi juga akan mengantarkan siswa pada kesadaran dan pemahaman. Dari kesadaran dan pemahamanan itulah muncul rasa keingintahuan, memiliki keterampilan sosial, keterampilan berkomunikasi, memiliki nilai-nilai budi pekerti yang luhur, inquiry dan lain sebagainya

Kelas yang baik tidak cukup hanya didukung oleh perencanaan pembelajaran, kemampuan guru mengembangkan proses pembelajaran serta penguasaannya terhadap bahan ajar dan juga tidak cukup dengan kemampuan guru dalam menguasai kelas tanpa diimbangi dengan kemampuan melakukan evaluasi terhadap pencapaian kompetensi siswa. Melalui kegiatan evaluasi Anda sebagai seorang guru tidak hanya sekedar mencari jawaban terhadap pertanyaan tentang apa, tetapi lebih diarahkan kepada menjawab pertanyaan tentang bagaimana atau seberapa jauh sesuatu hasil atau proses yang diperoleh seorang peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran di persekolahan.

Di dalam dunia pendidikan kita mengenal empat istilah yang acapkali digunakan dalam bidang evaluasi pembelajaran di persekolahan. Keempat istilah itu yaitu: tes, pengukuran, evaluasi dan asesmen. Menurut Asmawi dan Noehi, Tes biasanya digunakan untuk menyatakan bagian yang paling sempit dari keempatnya, yakni susunan pertanyaan atau tugas atau seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang kemampuan peserta didik yang setiap pertanyaan atau tugas tersebut memiliki jawaban atau ketentuan yang dianggap benar. Oleh karena itu apabila tugas atau pertanyaan yang harus dikerjakan oleh peserta didik tetapi tidak ada jawaban atau cara mengerjakan yang benar atau salah atau suatu usaha pengukuran yang tidak mengharuskan peserta didik untuk menjawab atau mengerjakan sesuatu tugas maka itu bukanlah tes. Pengukuran dapat diartikan sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang, hal atau objek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas. Seorang guru hanya dapat mengukur penguasaan peserta didik dalam pelajaran sejarah atau kemampuan dalam melakukan suatu keterampilan tertentu yang telah dilatih seperti keterampilan membaca, menulis cerita sejarah, keterampilan membuat peta sejarah dll tetapi tidaklah mengukur peserta didik itu sendiri. Evaluasi adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan alat ukur tes maupun non-tes, seperti: pedoman wawancara, pedoman observasi, chek-list, rating scale, skala sikap dll. Sedangkan Asesmen secara sederhana dapat diartikan sebagai penilaian terhadap proses perolehan, penerapan pengetahuan dan keterampilan melalui proses pembelajaran yang menunjukkan kemampuan peserta didik dalam proses maupun produk. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa karakteristik utama asesmen tidak hanya mengukur hasil belajar tetapi secara lengkap memberi informasi

Penjelasan:

Maaf terlalu panjang


5. Buatlah format formulir sederhana kegemaran siswa kelas VI! ​


Nama: Udin Hasanudin

Kelas: VI-A

Kegemaran: menyanyi, melukis, bersepeda, bermain bola dan memasak


6. Susunlah rubrik dari asesmen portofolio yang anda berikan kepada siswa, pilih salah satu subtema dari kelas yang anda ajar


Jawaban: Sudah mengajar kelas belum mbak? RPP nyusun sendiri enggak mbak? ikut Mata Kuliah PKM tidak?

Penjelasan:

Masa rubrik asesmen nanya orang lain, sudah tau portofolio itu apa belum? yuk baca lagi aja modul 3 nya


7. contoh format formulir penerimaan siswa baru yaitu​


Semoga membantuuuu (◍•ᴗ•◍)❤

Dan jgn lupa mampir ke IG @jasa_ngerjaintugas yaahh~

Sedia jasa pengetikan, penulisan dan pengeditann~ harganya murceee mulai dari 1000-an /hlm


8. portofolio merupakan hasil karya siswa contohnya sebagai pengembangan level berikutnya dan untuk mempromosikan pengembangan berikutnya Buatlah tahapan-tahapan dalam perencanaan penilaian portofolio dan jelaskan keuntungan penilaian dengan portofolio tersebut​


Jawaban:

Tahap-tahap perencanaan penilaian portofolio :

1.menentukan kriteria dan atau standar yang akan digunakan sebagai dasar asesmen portofolio

2.Menerterjemahkan kriteria atau standar kedalam rumusan hasil belajar yang akan di amati

3.Memeriksa ruang lingkup dalan urutan materi dalam kurikulum untuk menentukan perkiraan waktu yang di perlukan

4.Menentukan jenis bukti yang harus dikumpulkan

5.Menentukan tahap cara yang akan digunakan untuk mengambil keputusan berdasarkan bukti

6.Menentukan sistem yang akab digunakan untuk membahas hasil portofolio

7.Mengatur bukti portofolio berdasarkan umur, kelas atau isi agar seluruh dapat kita bandingkan

Keuntungan penilaian dengan portofolio : bisa dapat di akses secara langsung oleh orang-orang yang berkepentingan terhadap menggunakan penilaian melalui portofolio


9. 3. Buatlah sebuah simulasi tugas portofolio yang akan anda berikan kepada siswa kelas 5 SD pada mata pelajaran PKn ?​


Contoh Portofolio Siswa SD Kelas 6

Secara umum, dalam dunia pendidikan, portofolio adalah kumpulan hasil kerja atau karya siswa yang didokumentasikan dengan baik dan teratur. Contoh portofolio siswa dalam bentuk tugas yang beragam, seperti jawaban siswa terhadap pertanyaan guru, hasil observasi, wawancara, laporan kegiatan, dan lainnya. Kumpulan karya siswa yang dikumpulkan dalam portofolio merupakan hasil pelaksanaan tugas yang ditentukan guru atau siswa bersama guru, sebagai bagian dari usaha untuk mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ditentukan kurikulum.

Dalam hal ini, portofolio juga bisa dijadikan sebagai instrumen penilaian untuk mengukur pengetahuan atau kompetensi siswa dan melihat hasil belajar siswa.

Contoh portofolio siswa SD kelas 6

Nama:

Kelas: 6

Mata Pelajaran: Bahasa Inggris (Folk Tales)

Tugas Portofolio:

Siswa mencari dan menulis dongeng bahasa Inggris. Siswa menghafalkannya dan melakukan story telling dalam bentuk video.

Pengantar portofolio hasil kerja siswa:

Lembar penilaian diri: (tidak pernah (10), kadang-kadang (20), sering (30))

Saya tenang dan percaya diri

20

Saya dapat mengontrol gerakan tubuh sehingga

tampak alami (tidak canggung)

20

Saya berbicara/berbicara dengan jelas

10

Saya bicara dengan keras dan terdengar baik

20

Itulah beberapa hal mengenai contoh portofolio siswa SD kelas 1-6 yang bisa Anda ketahui. Dalam pemberian tugas portofolio, tentunya guru harus memiliki rubrik penilaiannya tersendiri untuk mengukur hasil portofolio siswa. Portofolio tersebut dikumpulkan kembali bersamaan dengan hasil pengerjaan siswa.


10. Uraikan bagaimana kita membedakan portofolio sebagai hasil karya dan sebagai model asesmen. Susunlah rubric dari asesmen portofolio yang Anda berikan kepada siswa, pilih salah satu subtema dari kelas yang Anda Ajar.


Jawaban:

Uraikan bagaimana kita  

membedakan portofolio sebagai hasil karya dan sebagai model asesmen.

Penjelasan:

uraikan sendiri


11. bagaimana hubungan portofolio optimal dengan portofolio efisien?​


Jawaban:

Portofolio efisien merupakan portofolio yang baik, tetapi bukan yang terbaik. ... Portofolio efisien hanya mempunyai satu dari faktor terbaik, yaitu faktor expected return atau faktor risikonya. Sementara, portofolio yang optimal adalah portofolio yang memiliki kombinasi expected return dan risiko yang terbaik.

Penjelasan:

SEMOGA BERMANFAAT

Jawaban:

Portofolio efisien merupakan portofolio yang baik, tetapi bukan yang terbaik. Portofolio efisien hanya mempunyai satu dari faktor terbaik, yaitu faktor expected return atau faktor risikonya.

portofolio yang optimal adalah portofolio yang memiliki kombinasi expected return dan risiko yang terbaik.


12. Perhatikan kalimat berikut siswa kelas 6 mencatat hasil pengamatan dalam lembar PORTOFOLIO perbaikan penggunaan kata portofolio pada kalimat tersebut adalah a visitasi b observasi C refleksi D presentasi​


Jawaban: b. Observasi

Maaf ya kalau salah

Penjelasan:


13. susunlah rubrik dari asesmen portofolio yang anda berikan kepada siswa dan pilih salah satu subtema dari kelas yang anda ajar


Jawaban:

bangun ruang 3 dimensi


14. Perhatikan kalimat berikut! Siswa kelas VI Mencatat hasil pengata dalam lembar Portofolio. Perbaikan penggunaan kata portofolio pada kalimat tersebut adalah.... A.visitasi B.observasi C.refleksi D.presentasi


D presentasi

semoga bermanfaat

maaf kalau salah

15. Ada 2 jenis portofolio terpopuler dan dapat digunakan oleh frelancer dengan mudah yaitu web portofolio dan pdf portofolio apakah keduanya jenis portofolio yang tepat


Web portofolio

Portofolio yang biasa berbentuk website. Hanya bisa diakses melalui alamat websitenya saja.Lebih banyak digunakan jika pekerjaan yang dilakukan berupa interaktif atau berhubungan dengan teknologi yang membutuhkan untuk mencantumkan prototype.Biasa digunakan oleh freelancer videographer, web developer, apps developer.

PDF portofolio

Portofolio yang biasa berbentuk PDF dan bisa di-print.Bisa diakses dimana saja. Tidak perlu link tertentu untuk mengaksesBanyak digunakan pada pekerjaan dengan hasil pekerjaan statis atau tidak bergerak.Biasa digunakan oleh desainer dan fotografer.

Video Terkait


Posting Komentar untuk "Format Portofolio Siswa"